Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Kabitalisme Mengubah Hakikat Manusia

Kepitalisme Mengubah Hakikat Manusia
Manusiaadalah makhluk yang diciptakan paling sempurna dari makhluk lainnya. Pada dasarnyayang membedakan manusia dengan mkhluk lainnya adalah akal pikiran yang dimilikimanusia secara unik dan khusus. Menurut Kalr Marx ( Ritzer, 2013 ) yang membedakanmanusia dengan binatang ialah manusia dengan sifat dasarnya dalammengekspresikan ide-ide dan gagasan-gagasannya dalam dunia kerja.
Binatangseperti halnya lebah dalam membuat sarangnya tanpa perencanaaan yang khusus dandengan alamiahnya sehingga tercipta sarang lebah dengan sedemikian rupa lengkapdengan madu yang dihasilkan. Berbeda dengan seorang arsitektur dalam membuatjembatan tentu sebelumnya ada perencanaan yang mendalam sanpai terbanggunsempurna sebuah jmbatan. Sehingga jembatan yang dihasilkan adalah hasil dariimajinasi, ide, dan gagasan sang arsitektur
Kerjamemang tak lepas dari sifat dasar manusia. Sehinnga kerja dapat menjelaskanarti manusia itu sendiri. Dalam menciptakan sebuah produk/ karya tentulah akan mencerminkansifat dari sang pencipta tersebut. Dalam bukunya Karl Marx jelas menyebutkanbagaimana peran kerja dalam menjelaskan sifat manusia.
Kerja adalahpertama dan utama sekali, suatu proses di mana manusia dan alam sama-samaterlibat, dan di mana manusia dengan persetujuan dirinya memulai, mengatur,mengontrol reaksi-reaksi material antara dirinya dengan alam…. Dengan bertindakterhadap dunia eksternal dan mengubah sifat dasar dirinya. Dia mengembangkankekuatan yang tidak aktif dan memaksanya untuk bentindak patuh terhadap kekuasaaannya…
(Marx,1867/1967:177-17, dalam Ritzer 2013)
            Dalamkerja juga di mana mengekspresikan manusia dengan kebutuhannya. Tujuan dalambekerja sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia baik secara rohani (puas dengan hasil karya yang dibuat ) maupun jasmani. Selain itu, kerja jugadapat mentransformasi kebutuhan manusia. Misalnya saja dalam penciptaan komputer,awal diciptakanya komputer tidak dirasa begitu dibutuhkan, setelahnya komputer serasabarang yang wajib untuk dimiliki pribadi. Sehingga dalam penciptaan komputerakan mentransformasikan kebutuhan manusia (komputer memerlukan softwere, pulsa,dll yang mendukung pengoprasionalan komputer).
            Akan tetapi, ini akan berubahseketika ketika masa kapitalisme datang. Di mana masa yang menciptakan pemilikmodal (kapitalis) dan para pekerjanya (proletar). Dalam dunia kapitalis manusiatidak bisa secara bebas mengekspresikan idenya dalam penciptaan suatu produksemua sudah ditentukan oleh pemilik modal. Sehingga keadaan ini menghasilkansituasi yang dinamakan alienasi di mana manusia terasingkan dari dirinya sendiridan produk yang di hasilkan.
            Dalam kapitalis, para pemilik modalakan menentukan produk yang diciptakan dan para pekerja akan bekerja sesuaidengan apa yang ditentukan. Inilah yang menyebabkan manusia terasing dariproduk yang ia ciptakan sendiri. Manusia yang bekerja tidak lagi bebasmengekspresikan gagasan, ide yang mereka miliki. Orientasi yang mereka milikihanya bekerja untuk mendapatkan uang untuk bertahan hidup. Lebih ironisnyamanusia bekerja demi uang dan uangnya akan dibuat untuk membeli barang yang iaciptakan sendiri. Seorang pekerja di pabrik baju tidak akan memiliki baju jikatidak membelinya dan untuk membelinya dia harus bekerja di pabrik baju.
            Kapitalis bukan hanya akan mengalienasidirinya dengan hakikatnya yang sesungguhnya. Dalam kapitalisme kita tidak lagibisa memberi nilai pada uang tapi uanglah yang akan menilai kita. uang tidak akan bernilai jika kita tidak memberi nilai terhadapnya, tapi karena kapitalisme manusia tidak akan berati jika tanpa uang==>> uang akan menilai kita

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

A Good Citizen : Menumbuhkan Kesadaran Diri Tanpa Menunggu Lambatnya Uluran Tangan Pemerintah.


A Good Citizen : Menumbuhkan Kesadaran Diri Tanpa Menunggu Lambatnya Uluran Tangan Pemerintah.
Memang, masih banyak masalah yang kita hadapi untuk membangun negara lebih baik lagi. Kecacatan-kecacatan Indonesia, masalah-masalah lama yang tak kunjung usia sedikit banyak kitalah khususnya sebagai generasi muda yang akan memberbaikinya. Terutama kita sebagai mahasiswa dipercaya untuk menikmati pendidikan yang lebih tinggi. Tentu bukan kita sebagai mahasiswa saja yang harus bertanggungjawab atas kecacacatan dan masalah negari ini. Tetapi, kita semua sebagai warga negara yang akan menyelesaikan dan menyempurnakan negara ini. Membangun Indonesia untuk lebih baik lagi tentu bukan perkara mudah dan singkat, disaat negara kita masih banyak masalah yang berjejer untuk segera diselesaikan.
Indonesia dibangun tentu saja bertujuan untuk memberikan rasa sejahtera, aman, tentram, dan nyaman untuk semua warga negaranya. Indonesia tercipta tentu saja diikuti pula dengan terciptanya peraturan-peraturan yang mengatur warga negaranya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Tak banyak dari kita yang mengabaikan hal tersebut, kita selalu menuntut kesejahteraan, keamanan, kenyamanan pada negeri ini. Tetapi hal tersebut  diikuti dengan selalu mengabaikan peraturan-peraturan yang sudah dibuat untuk kita dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Singkatnya, kita selalu menuntut pemerintah untuk terus bertindak, tapi kita sendiri masih terus diam.
Banyak masalah sepele, tetapi pada akhirnya menjadi masalah besar dan itu masih disebabkan oleh sikap diam kita terhadap peraturan yang telah dibuat. Misalnya saja, masalah kemacetan yang banyak terjadi di kota-kota besar, salah satu penyebabnya adalah kita sendiri yang kadang tidak mematuhi peraturan yang ada. Pemerintah sudah memberikan peraturan tentang rambu lalu lintas yang bertujuan untuk menertertibkan kita, pemerintah telah mencanangkan untuk pengurangan kendaraan pribadi di jalan dan beralih ke  kendaraan umum dengan dalih mengurangi kemacetan. Apakah kita sudah menaatinya? Masih banyak dari kita yang mengabaikan hal tersebut. Meskipun perlu diakui jika pemerintah kita, memang selalu memberikan wacana dan peraturan tanpa diimbangi dengan fasilitas dan sarana yang baik untuk menjalankan peraturan tersebut. Tetapi apakah kita terus menunggu dan menunggu hal itu? tentu tidak.
Kesadaran diri tentu sangat dibutuhkan untuk sedikit menyelesaikan masalah yang telah terjadi dan akan terjadi. Jika kita terus menunggu dan menggantungkan masalah tersebut pada pemerintah tentu masalah itu takkan perna usai. Bayangkan saja, jika kita semua punya kesadaran diri tanpa mendahulukan egoisitas, tentu negara kita akan sangat terasa tentran dan nyaman. Tidak ada rasa saling menyalahkan dan disalahkan atas mesalah yang terjadi, tapi adanya kesadaran diri untuk menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya saja masalah kemacetan, jika semua orang punya kesadaran diri untuk menaati rambu lalu lintas dan mengurangi kendaraan pribadi untuk beralih ke kendaraan umum tentu kemacetan akan terselesaikan. Masalah banjir, lingkungan yang rusak, maupun masalah air tercemar jika kita semua punya kesadaran diri untuk tidak membuang sampah sembarangan seperti di sungai tentu masalah-masalah tersebut sedikitnya akan terselesaikan. Tanpa menunggu tindakan pemeritah dan terus menuntut pemerintah untuk menyelesaikan hal tersebut.
Masalah yang terjadi banyak ditimbulkan oleh kurangnya kesadaran diri dan besarnya egoisitas. Jika setiap warga negara Indonesia mempunyai kesadaran diri tentu dari kesadaran diri akan menjadi kesadaran kolektif yang dijunjung tinggi oleh semuanya. Singkat kata, untuk menjadi warga negara yang baik adalah selalu menumbuhkan kesadaran diri, berawal dari kita dan untuk kita semua.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

A Good Citizen : Menumbuhkan Kesadaran Diri Tanpa Menunggu Lambatnya Uluran Tangan Pemerintah.


A Good Citizen : Menumbuhkan Kesadaran Diri Tanpa Menunggu Lambatnya Uluran Tangan Pemerintah.
Memang, masih banyak masalah yang kita hadapi untuk membangun negara lebih baik lagi. Kecacatan-kecacatan Indonesia, masalah-masalah lama yang tak kunjung usia sedikit banyak kitalah khususnya sebagai generasi muda yang akan memberbaikinya. Terutama kita sebagai mahasiswa dipercaya untuk menikmati pendidikan yang lebih tinggi. Tentu bukan kita sebagai mahasiswa saja yang harus bertanggungjawab atas kecacacatan dan masalah negari ini. Tetapi, kita semua sebagai warga negara yang akan menyelesaikan dan menyempurnakan negara ini. Membangun Indonesia untuk lebih baik lagi tentu bukan perkara mudah dan singkat, disaat negara kita masih banyak masalah yang berjejer untuk segera diselesaikan.
Indonesia dibangun tentu saja bertujuan untuk memberikan rasa sejahtera, aman, tentram, dan nyaman untuk semua warga negaranya. Indonesia tercipta tentu saja diikuti pula dengan terciptanya peraturan-peraturan yang mengatur warga negaranya untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Tak banyak dari kita yang mengabaikan hal tersebut, kita selalu menuntut kesejahteraan, keamanan, kenyamanan pada negeri ini. Tetapi hal tersebut  diikuti dengan selalu mengabaikan peraturan-peraturan yang sudah dibuat untuk kita dalam mencapai tujuan-tujuan tersebut. Singkatnya, kita selalu menuntut pemerintah untuk terus bertindak, tapi kita sendiri masih terus diam.
Banyak masalah sepele, tetapi pada akhirnya menjadi masalah besar dan itu masih disebabkan oleh sikap diam kita terhadap peraturan yang telah dibuat. Misalnya saja, masalah kemacetan yang banyak terjadi di kota-kota besar, salah satu penyebabnya adalah kita sendiri yang kadang tidak mematuhi peraturan yang ada. Pemerintah sudah memberikan peraturan tentang rambu lalu lintas yang bertujuan untuk menertertibkan kita, pemerintah telah mencanangkan untuk pengurangan kendaraan pribadi di jalan dan beralih ke  kendaraan umum dengan dalih mengurangi kemacetan. Apakah kita sudah menaatinya? Masih banyak dari kita yang mengabaikan hal tersebut. Meskipun perlu diakui jika pemerintah kita, memang selalu memberikan wacana dan peraturan tanpa diimbangi dengan fasilitas dan sarana yang baik untuk menjalankan peraturan tersebut. Tetapi apakah kita terus menunggu dan menunggu hal itu? tentu tidak.
Kesadaran diri tentu sangat dibutuhkan untuk sedikit menyelesaikan masalah yang telah terjadi dan akan terjadi. Jika kita terus menunggu dan menggantungkan masalah tersebut pada pemerintah tentu masalah itu takkan perna usai. Bayangkan saja, jika kita semua punya kesadaran diri tanpa mendahulukan egoisitas, tentu negara kita akan sangat terasa tentran dan nyaman. Tidak ada rasa saling menyalahkan dan disalahkan atas mesalah yang terjadi, tapi adanya kesadaran diri untuk menyelesaikan masalah tersebut. Misalnya saja masalah kemacetan, jika semua orang punya kesadaran diri untuk menaati rambu lalu lintas dan mengurangi kendaraan pribadi untuk beralih ke kendaraan umum tentu kemacetan akan terselesaikan. Masalah banjir, lingkungan yang rusak, maupun masalah air tercemar jika kita semua punya kesadaran diri untuk tidak membuang sampah sembarangan seperti di sungai tentu masalah-masalah tersebut sedikitnya akan terselesaikan. Tanpa menunggu tindakan pemeritah dan terus menuntut pemerintah untuk menyelesaikan hal tersebut.
Masalah yang terjadi banyak ditimbulkan oleh kurangnya kesadaran diri dan besarnya egoisitas. Jika setiap warga negara Indonesia mempunyai kesadaran diri tentu dari kesadaran diri akan menjadi kesadaran kolektif yang dijunjung tinggi oleh semuanya. Singkat kata, untuk menjadi warga negara yang baik adalah selalu menumbuhkan kesadaran diri, berawal dari kita dan untuk kita semua.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Secerca Harapan Untuk Generasi Penerus



Di sini saya lebih memfokuskan pada pendidikan dasar di ndonesia. Di mana pendidikan dasar merupakan fondasi dari pendidikan selanjutnya. Sepengamatan saya, pendidikan dasar di Indonesia terlalu membebankan peserta didik dengan berbagai pelajaran-pelajaran yang belum sesuai dengan kebutuhan, kondisi fisik dan psikis mereka. Pelajaran yang mereka terima memang mencakup banyak informasi akademis yang bisa menjadi bekal pengetahuan di masa yang akan datang. Namun, sistem tersebut malah justru melupakan kebiasaan yang sangat mendasar yaitu MEMBACA, MENULIS, dan BERCERITA. Ketiga kebiasaaan ini merupakan pondasi  yang kuat bagi siswa untuk masuk pada cakrawala dunia pengetahuan. Melalui ketiga hal tersebut, siswa mampu mempekerjakan otak secara maksimal, di mana dari membaca kemudia menulis lalu menceritakannya adalah proses yang luar biasa bagi kerja otak. Dari ketigan tersebut tentu secara tidak langsung membawa siswa pada pengetahuan umum di mana mereka tidak memperolehnya secara pasif tetapi secara aktif yaitu melalui membaca, menuliskannya, dan menceritakannya. Tentu hal tersebut dilakukan melaui cara-cara yang menyenangkan sesuai dengan kebutuhan anak. Oleh karena itu, saya punya harapan bahwa pendidikan dasar di Indonesia hanya memfokuskan pada ketiga hal tersebut sehingga siswa pun tidak terbebani oleh banyak pelajaran yang memberatan mereka.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS