Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Container Icon

Konstruksi Masyarakat Mengenai Laki-Laki Dan Perempuan



Konstruksi Masyarakat Mengenai Laki-Laki Dan Perempuan

Laki-laki dan perempuan adalah sebuah klasifikasi yang memiliki tendensi membedakan jenis kelamin yang didapati secara biologis dimana keduanya memiliki ciri khas masing-masing. Dilihat dari perspektif biologis pada ciri fisik yang ada pada laki-laki dan perempuan dapat terlihat bahwa kaum laki-laki memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan kaum perempuan yang kemudian acap kali menjadi dasar pengualifikasian kaum laki-laki dan kaum perempuan dalam tatanan sosialnya.
Dalam kehidupan yang ada, antara laki-laki dan perempuan tersebut memiliki perannya masing-masing yang pada dasarnya peran tersebut adalah sesuatu yang telah ada  pada setiap individu berdasarkan kodratnya, sebagaimana diketahui bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kodratnya masing-masing dalam kehidupannya. Namun dalam masyarakat sosial yang ada, konstruksi masyarakat yang ada pada laki-laki dan perempuan tersebut dikategorikan pada kasus gender yang melihat perbedaan jenis kelamin mengacu pada relasi sosial yang terjalin antara laki-laki dan perempuan dan hal tersebut telah ditetapkan dalam kehidupan sosial masyarakat.
Peran gender yang ada pada suatu masyarakat yang satu dan lainnya dapat saling berlainan menyesuaikan pada ideologi, ekonomi, adat, agama, sosial budaya dan kemajuan IPTEK yang ada pada masyarakat tersebut. Sistem yang di anut dan berkembang pada sebuah masyarakat akan senantiasa melekat kuat pada setiap individu didalamnya dalam interaksinya dengan masyarakat. Pada umumnya, konstruksi yang telah ada pada suatu masyarakat akan mengakibatkan individu didalamnya mendapati dirinya pada sebuah kondisi yang terkungkung pada konstruksi tersebut secara tidak disadari. Adapun beberapa individu yang memiliki kesadaran pola pikir keudian mencoba mendobrak konstruksi sosial tersebut akan di anggap mengalami penyimpangan dan dianggap aneh.
Dapat dilihat pada masyarakat Indonesia dan masyarakat jawa khususnya yang menganut budaya patriarkhi dalam kehidupannya akan didapati adanya perbedaan yang begitu kentara antara laki-laki dan perempuan. Selain budaya Patriarkhi dalam masyarakat Jawa ini juga memiliki masyarakat yang mayoritas beragama Islam yang didalamnya terlihat adanya pembagian yang cukup jelas antara laki-laki dan perempuan. Dengan demikian dalam kehidupan masyarakat Jawa dapat ditemui realita yang menunjukkan bahwa kaum laki-laki memiliki derajat yang lebih unggul dan lebih mendoinasi kaum perempuan. Dalam perspective ini, kaum laki-laki dianggap berada pada posisi sentral masyarakat dan kaum permpuan seolah berada pada level dibawah laki-laki dan cenderung dipinggirkan.
Berawal dari budaya patriarkhi dan agama yang ada pada masyarakat Jawa yang diyakini tersebut kemudian mulai diterapkan pada lingkup terkecil kehidupan masyarakat yakni keluarga akan terlihat bahwa kaum laki-laki memiliki kekuasaan diatas perempuan kemudian merambah dalam ranah kehidupan sosial masyarakat dimana wanita dianggap tidak memiliki kapasitas yang memadai pada posisi-posisi tertentu yang pada dasarnya anggapan tersebut hanya beranjak dari suatu konstruksi sosial belaka. Bila ditilik lebih saksama, perempuan sebenarnya juga memiliki hak dan kemampuan yang setara dengan laki-laki, hanya saja semua itu tertutup oleh adanya keyakinan dan aturan keagamaan yang mengharuskan wanita tetap berada di “belakang” kaum laki-laki. Sebenarnya hal itu merupakan suatu paradigma umum yang sudah diterima masyarakat dari zaman dahulu dimana perempuan dahulu diidentikkan dengan sifat lemah dan “nrimo”, artinya bahwa bila diibaratkan sebagai suatu kelas-kelas, perempuan berada di kelas 2 tepat di bawah laki – laki yang menempati kelas pertama yang dianggap memiliki power yang lebih dan mempunyai kuasa yang lebih dibandingkan perempuan. Walaupun zaman sudah memasuki masa yang sudah modern, pandangan ini tetap ada dan terjaga meskipun lama kelamaan sudah mulai dilupakan karena masyarakat modern saat ini sudah mengenal berbagai macam informasi dan kecanggihan teknologi dan tentu saja sejalan dengan kemajuan teknologi, kemampuan berpikir mereka juga akan turut maju dan mulai menerima adanya sistem kesetaraan gender yang sekarang sedang giat – giatnya digemborkan di tengah masyarakat dunia yang mulai faham akan kesetaraan tersebut. Sehingga dengan demikian masyarakat sudah memiliki pemahaman yang lebih jauh lebih baik mengenai gender dikarenakan adanya peradaban yang semakin maju dan modern dan diharapkan bahwa dengan adanya system tersebut, laki – laki dan perempuan akan menempati posisi sejajar tidak hanya dalam bidang pekerjaan, namun juga di setiap aspek kehidupan yang ada di kehidupan bermasyarakat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar