Judul :
Cantik itu Luka
Penulis
:
Eka Kurniawan
Tebal
:
481 halaman
Sore
hari di akhir pekan bulan Maret, Dewi Ayu bangkit dari kuburnya setelah dua
puluh tahun kematiannya. Sebelum kematiannya, dia melahirkan seorang gadis
sangat buruk rupa yang ia beri nama Cantik. Bayi tersebut merupakan anak
ke-empat, berbeda dengan ke-tiga kakaknya yaitu Alamanda, Adinda, Maya Dewi
yang terlahir sebagai para gadis cantik dengan wajah perpaduan
Jawa-Jepang-Belanda dan nasip yang sama hanya terletak pada ketidakpastian
bapak dari ke-empat anak tersebut.
Dewi
Ayu adalah seorang pelacur terkenal di sebuah kota kecil bernama Halimunda. Dia
dilahirkan dari sepasang kakak adik yaitu Hendri Stammler dan Aneu Stammler.
Ke-dua orang tua Dewi Ayu merupakan anak dari Ted Stammler dengan ibu yang
berbeda. Aneu Stammler adalah anak dari hasil pergundikan Ted Stammler dengan
Mak Iyang. Setelah kematian Mak Iyang karena terjun dari bukit, Aneu Stammler
tinggal bersama Ted Stammler dan istri serta anaknya, Hendri Stemmler. Dari situ,
Hendri dan Aneu Stemmler jatuh cinta hingga lahirlah Dewi Ayu.
Perjalanan Dewi Ayu dimulai dari pernikahannya
dengan Ma Gedik yang mengejutkan banyak orang sampai Ma Gedik sendiri. Ma Gedik
merupakan seorang bujang tua yang agak setengah sinting karena di tinggalkan
kekasih hatinya, Mak Iyang. Dewi Ayu memutuskan untuk menikahi bekas pacar
neneknya dengan dalih menebus dosa kakeknya yang telah merebut Ma Iyang. Namun,
Dewi Ayu tidak mampu menggantikan Ma Iyang di hati Ma Gedik. Pernikahannya
dengan Dewi Ayu malah justru membuat Ma Gedik semakin sinting hingga akhirnya
dia bunuh diri dengan menerjunkan dirinya ke sebuah bukit samping bukit Ma Iyang.
Sejak saat itu kehidupan Dewi Ayu menjadi semakin aneh karena ulah roh jahat Ma
Gedik.
Jatuhnya
Belanda atas kekuasaan Hindia-Belanda ke tangan Jepang menjadi awal mula Dewi
Ayu mejadi pelacur. Dewi Ayu menjadi tahanan tentara Jepang karena pada saat
itu Jepang menahan semua warga Hindia keturunan Belanda. Dewi Ayu bersama dua
puluh gadis keturunan Belanda dibawa menuju rumah Mama Kalong yaitu rumah
plesirn terbesar di Halimunda untuk melayani tentara-tetara Jepang. Berbeda
dengan ke-19 gadis Belanda yang merasa ketakutan, Dewi Ayu adalah perempuan
yang paling kuat dan menerima semua kondisi tersebut. Oleh karena itu, Dewi Ayu
menjadi anak kesayangan Mama Kalong dan menjadi primadona semua laki-laki yang
gila seks. Hampir semua laki-laki di Halimunda perna meniduri pelacur dengan
julukan “Bercinta Sampai Mati”, termasuk menantu-menantunya yaitu Shodanco dan Maman
Gendeng.
Anak pertama Dewi Ayu, Alamanda
menikah dengan seorang pemimpin tentara Halimunda yang tidak ia sukai yaitu
Shodanco, mereka dikaruniai anak bernama Nurul Aini. Sedangkan Adinda menikah
dengan seorang pemimpin partai komunis,
Kamered Kliwon. Mereka dikaruniai anak laki-laki yang sangat tampan bernama
krisan. Dewi Ayu menikahkan anak ke-tiganya, Maya Dewi dengan mantan pacarnya
yaitu Maman Gendeng. Kemudian dikaruniai anak gadis yang sangat cantik bernama
Rangganis si Cantik. Ketiga cucu Dewi Ayu bersahabat baik, mereka sering bermain
dan pergi bersama, sampai akhirnya Krisan mencintai Nurul Aini. Rengganis yang
cantik dan molek sehingga mampu menggoda birahi semua laki-laki, tak terkecuai
Krisan. Dia menyetubuhi Rengganis di WC sekolahnya sampai akhirnya Rengganis
hamil dan mengaku anjing yang telah memerkosanya.
Rengganis melarikan diri setelah
melahirkan anaknya. Nurul Aini yang sangat menyayangi Rengganis merasa gagal
menjaga Rengganis sehingga setelah kepergian Renggenis, Aini jatuh sakit hingga
meninggal dunia. Krisan sangat terpukul dengan kematian Aini. Beberapa minggu
setelah kematian Aini, Rengganis mendatangi Krisan untuk mengajaknya melarikan
diri. Krisan yang telah menggali kuburan Aini dan mencuri mayatnya, mengajak
Rengganis dan mayat Aini ke tengah laut. Sesampai di tengah laut, Krisan
membunuh Rengganis karena merasa dialah yang menghalangi cintanya dengan Nurul
Aini. Saat kejadian itu Krisan bertemu
dengan seorang nelayan dan berkata “apa yang kau lakukan seorang diri di laut
tanpa seekor ikan pun di perahumu”. Krisan menjawab “membuang mayat”, lantas
nelayan tersebut membalas “patah hati karena kekasih yang cantik? Ha. Ha. Ha.
Kuberi saran, Nak, carilah kekasih yang buruk rupa”. Perkataan nelayan tersebut
membuat Krisan berpikir, hingga akhirnya dia mencintai Cantik, anak bungsu Dewi
Ayu yang tak lain bibi Krisan sendiri. Setiap malam Krisan datang untuk
menyetubuhi dan terus menyetubuhi “mengentot” si Cantik. Krisan merasa tidak
ada bedanya bersetubuh dengan Rengganis si Cantik yang rupawan dengan Si Cantik
yang buruk rupa. Semua terasa sama, bahkan kenikmatan saat bersetubuh dengan Si
Cantik tidak pernah ia dapatkan sebelumnya. Semuanya sama, semuanya membuat ia
punya kemaluan muntah-muntah.






1 komentar:
http://sisisusu260.blogspot.com/2017/11/nasi-lemak.html
http://sisisusu260.blogspot.com/2017/11/cewek-zaman-now-hobi-oleskan-balsam-ke.html
http://sisisusu260.blogspot.com/2017/11/inilah-tipe-pria-ideal-yang-pasti.html
http://sisisusu260.blogspot.sg/2017/11/sapaan-lembut-dari-robot-seks-harmony.html
http://sisisusu260.blogspot.sg/2017/11/pedihnya-wanita-ni-alami-8-kali.html
Joint US
BBM : D8809B07 /2B8EC0D2
WHATSAPP : +62813-2938-6562
Line : Domino1945.com
Posting Komentar